Sebelum berangkat ke tanah suci:
1. Bulatkan niat
2. Bekali diri dengan informasi segala hal tentang umrah
Mulai dari baca-baca buku panduan atau tuntunan ibadah yang difasilitasi oleh travel agent. Oh ya untuk doa-doa lebih afdol mengerti arti dari bacaan doa-doa yang akan dipanjatkan ketika atau setiap waktu saat berumrah. Hal ini bisa menjadikan ibadah lebih khidmat, ya karena mengerti apa yang dibaca/dipinta.
3. Cari informasi melalui buku umrah secara umum atau juga bisa melalui internet, prihal tata cara beribadahnya dan juga tempat-tempat bersejarah. Tujuannya adalah punya bekal/pengetahuan tentang maksud sekaligus manfaat dan atau fadhillah dari perjalanan atau daerah bersejarah yang akan dikunjungi
4. Ada baiknya membawa al-ma’tsurat (bagi yang belum hafal, tidak ada salahnya mengkhidmati maknanya) dan al-qur’an mini (kalo bisa yang terjemahan, tujuannya; mengerti apa yang kita baca), siapkan tempat/tas yang cukup untuk tempat keduannya atau tambahan lainnya, hingga bias dibawa setiap tempat dan waktu.
6. Membawa perlengkapan pribadi yang diperlukan secukupnya.
7. Jika tempat tujuan sedang musim panas, untuk mencegah kulit mengering dan bibir pecah-pecah, hendaknya laki-laki dan perempuan membawa lotion, sun block bias juga pelembab muka, dan lip gloss .
8. Khusus untuk prempuan bawalah gamis dan jilbab hitam.
Jangan lupa untuk membawa pantyliner, “roti jepang” hanya untuk jaga-jaga, juga membawa Primolut N (obat penunda menstruasi).
9. Bawa sandal jepit (sebenernya bisa sih beli di sana, tapi y siap2 lebih baik kan?)plus tempat sandal. Di Masjidil Haram sandal dibawa masuk oleh masing-masing jamaah dengan kantong yang dimiliki.
10. Demi efisiensi (ringkes) tukarkann rupiah anda dengan USA dolar.
Saat berada di tanah Suci:
1. Luruskan niat lagi
2. Sebisa mungkin menjaga hati dan laku
3. Gunakan waktu sesuai dengan niat, soalnya sayang, dah jauh-jauh dari tanah air kalo gak serius ![]()
4. Gunakan dan bawa serta selalu Identitas Diri (Id Card) yang diberikan oleh Travel Agent dan jaga baik-baik paspor anda, jangan mudah memberikan atau menunjukkan pasport kepada orang yang tidak dikenal atau yang baru dikenal. Jika hilang, terancam tertolak/tertiahan untuk pulang ke tanah air.
5. Jika ingin mengganti nomor telfon, tanyalah kepada petugas umrah travel agent dimana bisa mendapatkannya. Sesampainya di Bandara King Abdul Azes jangan terburu-buru mengganti nomor telfon. Kejadiannya, di bandara banyak orang-orang yang menawarkan/menjual nomor. Waktu itu kedapatan penjual meminta paspor jamaah saat bertransaksi. Untung jamaah menolak, berhati-hati ya, paspor adalah nyawa kedua anda ketika di negeri orang.
6 Tukarkan dolar yang di bawa dari tanah air dengan real di money changer setempat. Lokasi penukaran uang di Madinah dekat dengan masjid Nabawi (sebelah kiri) arah pintu masuk utama. Atau bias juga tanyakan hal ini kepada petugas umrah travel agent.
7. Jika ingin mencium hajar aswad, Yakin pada pertolongan Allah. Ucapkan dalam hati “Insyaallah aku bisa!, lahaulawalaquwata ilabillah (tidak ada kekuatan dan daya kecuali dengan atau atas izin Allah”. Kita harus rela berdesak-desakan dan memperjuangkan diri untuk bias menciumnya. Sebenarnya ini bukan hal yang wajib, tapi karena Rasulullah melakukannya, kita mencontohnya. Perhatikan juga situasi, memungkinkan atau tidak.
8. Khusus buat prempuan (tidak bermaksud mendiskriditkan yang laki-laki, kebetulan saya tahunya yang diperlukan perempuan); Gunakan baju gamis plus jilbab warna hitam saat di Ar-Raudah (lokasinya di Masjid Nabawi). Ya, saya yakin karena Rahman dan Rahimnya Allah bisa agak lama di Raudah . Tampaknya, menggunakan pakaian warna hitam bias sedikit membantu mendapatkan keleluasaan dan kelonggaran waktu ketika berdoa di Raudah, dibandingkan dengan rekan-rekan yang menggunakan mukena putih atau busana muslim putih yang umumnya digunakan perempuan Asia tenggara. Barangkali karena sangat teridentifikasi menyebabkan petugas (polisi masjid) nya mengetahui secara pasti sudah berapa lama jamaah berada di Raudah.
Gamis atau jubah hitam adalah warna yang digunakan oleh mayoritaas jamaah perempuan di sana (Perempuan timur tengah, Iraq, Iran, Turkey, Syria, Mesir, Arab Saudi: Madinah, Makkah dan Negara lainnya). Jadi tampaknya menggunakan jubah atau gamis hitam sepertinya agak tersamarkan dan menguntungkan.
9. Jika sudah waktunya, siapkan Primolut N kemana anda pergi. Minum jika tanda-tandanya sudah muncul, jangan sampai telat. Jika itu terjadi beresiko tamu tetap akan datang dan tidak bisa beribadah. Jika tamu tetap adda, jangan putus asa, jangan berhenti mengonsumsi Primolut N. Ambil keputusan untuk meminum dua tablet sekaligus (minum dua atau terancam tidak bisa beribadah?!), kerja obat akan bereaksi/kelihatan beberapa jam kemudian. Minum tiga kali sehari (satu kali minum bisa satu atau dua tablet; tergantung kebutuhan). Oh ya perhatikan dosis serta kondisi;kesanggupan badan; bila dinilai perlu konsultasikan ini kepada ahlinya atau dokter.
10. Untuk prempuan (maaf, perempuan lagi), hendaknyan berhati-hati atau menjaga diri dari bujukan pria (oknum) arab (mereka juga manusia kan?) yang baru dikenal berparas lebih dari Brad Pit (kok Brad Pit si??heee…). Modusnya; baru saja bertemu pria tersebut akan menawarkan bantuan dengan bahasa ibunya;arab atau bahasa inggris, mengajak berkenalan, menanyakan umur anda, asal Negara, beramah tamah dsb, lalu langsung menyatakan cinta atau méngajak ke tempat tinggalnya (yang jaraknya jauh dari tempat bertemu saat itu;kebetulan saja saya tahu daerah yang disebutkan), juga tak segan-segan akan méngajak anda untuk menikah dengannya.
Perempuan, berhati-hati ya…jangan mudah tertipu oleh tampakan luar, mata tak selalu benar. Oh ya, jika berpergian jangan seorang diri, mintalah rekan atau muhrim menemani.
Selamat beribadah umrah.
